Assalamualaikum...
Hallo reader? Lama saya tidak posting di blog ini. Tidak terasa sudah 5th lebih sejak tulisan terakhir saya.
Kali ini saya ingin sharing saja soal management waktu ala emak-emak. Secara saya adalah seorang ibu rumah tangga yang membagi waktu untuk membantu suami di rumah dengan usaha jahitan.
Sebenarnya, menjadi ibu rumah tangga yang bekerja di rumah bisa lebih sibuk dari wanita karir loh? Kenapa? Karena kebanyakan wanita karir menyerahkan pekerjaan rumah tangga nya kepada Asisten rumah tangga (pembantu) sedangkan IRT justru merangkap keduanya. Kebayang kan rempongnya saat bekerja dengan dibantu oleh balita? Semakin banyak anak di rumah, maka semakin rempong pula pekerjaannya. Nah, seperti apa management waktu nya? Mungkin sedikit pengalaman saya ini bisa bermanfaat.
1. Selalu buat rencana setiap harinya, terutama saat sedang banyak orderan.
2. Belajar memahamkan anak sejak dini tentang keadaan kita, bahwa kita adalah ibu yang harus bekerja. Jadi, si anak mengerti untuk tidak selalu mengganggu dan belajar mandiri pula untuk hal-hal kecil yang bisa dilakukan.
3. Selalu beri pujian saat anak mau mandiri, dan sabar saat anak sedang ingin bermanja-manja.
4. Jangan ker
Jalan Lain ke Syurga adalah Menjadi Ibu
Sabtu, 26 Oktober 2019
Rabu, 29 Oktober 2014
Demam Upin & Ipin
Selain menjadi ibu
rumah tangga, saat ini saya sedang mencoba profesi baru, yakni Pengamat Kartun
Malaysia. Karena seringnya mendampingi anak-anak menonton film kesukaan mereka,
maka saya jadi tahu pula siapa itu Upin & Ipin, Ara, Aris, bahkan sekarang
yang sedang digandrungi ialah Boboi Boy. Saking seringnya menonton Upin &
Ipin (bagaimana tidak sering jika U&I ditayangkan 3 kali sehari?), maka
anak saya pun dengan mudah memahami bahasa Malaysia ala tokoh kesayangan
mereka. Lalu bisa mempraktikkannya sendiri dalam kegiatan mereka. Misalnya
ketika si adik sedang asyik bermain, kemudian kakaknya datang mengganggu, maka
spontan si adik (2,4th) berkata "Jangan kacau lah..." Ha..ha... demam kartun Malaysia ini membuat anak-anak menguasai satu bahasa lagi selain bahasa ibunya.
Saya sebagai ibu
tidak melarang apa yang mereka suka selagi itu tidak membawa kepada hal-hal
yang negatif. Bahkan menurut saya, tokoh-tokoh kartun Malaysia bisa saya ambil
banyak hal positifnya. Misalnya ketika mereka sedang bertengkar, saya hadapkan
kepada sosok Upin & Ipin yang tidak pernah bertengkar. Bahkan ketika suatu
saat Ipin pernah berlaku pelit terhadap Upin, Upin tidak marah dan tetap
membantu Ipin yang saat itu sedang patah kaki.
Setelah Upin &
Ipin, makin banyak kartun Malaysia yang ditampilkan oleh TV, misalnya seperti
Pada Zaman Dahulu dan Boboi Boy. Sejauh ini masih baik-baik saja ditonton oleh
anak-anak. Saya hanya berharap para pengusaha TV semakin sadar untuk
menghadirkan yang baik-baik untuk anak. Semoga pula kartunis Indonesia ketularan
semangat idealis tersebut.
Dari seorang saudara
yang baru pulang dari Malaysia, saya mendapat kabar bahwa kartunis Indonesialah
di balik pembuatan Upin & Ipin. Orang Medan, katanya. Karena idenya tidak
laku di Indonesia, maka ia jual ke Malaysia. Terlepas dari benar atau tidaknya
berita tersebut, saya yakin kartunis Indonesia lama-lama akan tertular
idealisme untuk membuat kartun yang lebih baik dari sekedar gaya Tom &
Jarry, yang tiap harinya hanya bergelut... saja. Buktinya telah hadir si Entong
kartun, Adit dan Sopo Jarwo, dan masih banyak lagi kartun buatan negeri
sendiri. Tapi mungkin bobotnya saja yang perlu ditambahi. PR besar buat
kartunis Indonesia adalah bagaimana membuat kartun yang penayangannya ditunggu
anak-anak, karakternya terekam di benak anak-anak, dan gayanya membawa dampak
positif bagi keidupan anak-anak. Cayo kartunis Indonesia!
Senin, 02 September 2013
Diaper Murah dan Hemat
Lagi-lagi pengalaman menjadi guru terbaik dalam hidup ini. Pengalaman memiliki anak pertama cukup menjadi pelajaran untuk anak yang kedua. Setelah memiliki anak kedua, saya dan suami memutuskan untuk pulang kampung. Memang, di kampung tentunya kami harus hidup lebih hemat karena jelas pemasukan tidak akan sebesar di Jakarta yang memang kota besar. Namun, di kampung jelas lebih baik bagi pendidikan dan perkembangan moral anak-anak kami.
Perpindahan kami dari Jakarta ke kampung membuat saya berpikir keras untuk berhemat. Dahulu waktu anak pertama, saya tidak berpikir panjang untuk membeli diaper sekali pakai atau biasa disebut pospak. Karena kebetulan di Jakarta kontrakan saya tidak memiliki tempat yang representative untuk menjemur pakaian, belum lagi ditambah aktivitas saya saat itu masih memiliki pekerjaan freelance, maka saya lebih memilih pospak. Anak kedua inilah yang membuat saya memilih cloth diaper. Karena harus berhemat, maka saya pun mulai mempelajari apa itu clodi dan mana yang paling cocok untuk keuangan kami. Alhamdulillah, ketemu dengan yang biasa dipanggil popok plastik, saya jauh lebih bisa berhemat. Pengeluaran kami yang selama ini paling besar adalah pada pospak, kini tidak lagi.
Popok plastik memang tidak seawet clodi, tapi lumayan bisa bertahan hingga 6 bulan. Jika dihitung-hitung tetap jauh lebih hemat dari pospak dan clodi. Untuk kulit bayi yang normal, popok plastik tidak menyebabkan ruam popok asal penggantian insertnya tepat. Artinya tidak membiarkan pipis yang sudah bocor berlama-lama. Dengan popok plastik, insert yang digunakan bisa berasal dari apa yang kita punya di rumah, misalnya alas pipis yang sudah tidak digunakan, handuk bekas, kaos bekas, dll. Yang penting kain Semuanya itu dipotong persegi panjang dan diobras pinggirannya. Saat hendak digunakan, insert dilipat sesuai lebar dan panjang popoknya. Dengan demikian kita juga tidak dipusingkan jika musim hujan tiba. Karena insert lembaran ini cepat kering dan tidak masalah dicuci dengan mesin cuci.
Selain hemat, popok plastik juga lebih sehat, lebih ramah lingkungan. Terbukti pada anak saya sendiri. Sebelumnya anak kedua saya sempat terkena ruam popok setelah penggunaan pospak beberapa minggu. Setelah saya beralih ke popok plastik, berangsur ruamnya sembuh dan tidak pernah kena ruam popok lagi, asal tidak terlambat mengganti insertnya. Ramah lingkungan, jelaslah. Karena setelah pub, kotoran dibuang ke dalam kloset. Popok plastik juga lebih mudah dibersihkan, karena bagian dalamnya berbahan jass baby, dan bukan terry seperti clodi yang lebih mahal. Kalau clodi harus digosok dengan sabun mandi agar noda kotoran hilang, popok plastik cukup disemprot dengan air keran ke dalam kloset sambil disikat.
Untuk perhitungan harga, popok plastik tentu lebih murah. Merk canbera hanya 8.000/popok. Sedangkan Ken Zhi 12.000. Minimal kita harus punya 5 untuk 2 hari sekali cuci. Jika dihitung, 12.000 x 5 = 60.000 x 4 (karena 6 bln sekali harus ganti, jadi dalam 2 th ganti 4 kali) = 240.000
Coba bayangkan! jika sebulan saya biasa mengeluarkan biaya pospak 50.000, maka dalam 2 tahun biaya untuk pospak bisa mencapai 1.200.000. Sangat jauh kan perbandingannya???
Perpindahan kami dari Jakarta ke kampung membuat saya berpikir keras untuk berhemat. Dahulu waktu anak pertama, saya tidak berpikir panjang untuk membeli diaper sekali pakai atau biasa disebut pospak. Karena kebetulan di Jakarta kontrakan saya tidak memiliki tempat yang representative untuk menjemur pakaian, belum lagi ditambah aktivitas saya saat itu masih memiliki pekerjaan freelance, maka saya lebih memilih pospak. Anak kedua inilah yang membuat saya memilih cloth diaper. Karena harus berhemat, maka saya pun mulai mempelajari apa itu clodi dan mana yang paling cocok untuk keuangan kami. Alhamdulillah, ketemu dengan yang biasa dipanggil popok plastik, saya jauh lebih bisa berhemat. Pengeluaran kami yang selama ini paling besar adalah pada pospak, kini tidak lagi.
Popok plastik memang tidak seawet clodi, tapi lumayan bisa bertahan hingga 6 bulan. Jika dihitung-hitung tetap jauh lebih hemat dari pospak dan clodi. Untuk kulit bayi yang normal, popok plastik tidak menyebabkan ruam popok asal penggantian insertnya tepat. Artinya tidak membiarkan pipis yang sudah bocor berlama-lama. Dengan popok plastik, insert yang digunakan bisa berasal dari apa yang kita punya di rumah, misalnya alas pipis yang sudah tidak digunakan, handuk bekas, kaos bekas, dll. Yang penting kain Semuanya itu dipotong persegi panjang dan diobras pinggirannya. Saat hendak digunakan, insert dilipat sesuai lebar dan panjang popoknya. Dengan demikian kita juga tidak dipusingkan jika musim hujan tiba. Karena insert lembaran ini cepat kering dan tidak masalah dicuci dengan mesin cuci.
Selain hemat, popok plastik juga lebih sehat, lebih ramah lingkungan. Terbukti pada anak saya sendiri. Sebelumnya anak kedua saya sempat terkena ruam popok setelah penggunaan pospak beberapa minggu. Setelah saya beralih ke popok plastik, berangsur ruamnya sembuh dan tidak pernah kena ruam popok lagi, asal tidak terlambat mengganti insertnya. Ramah lingkungan, jelaslah. Karena setelah pub, kotoran dibuang ke dalam kloset. Popok plastik juga lebih mudah dibersihkan, karena bagian dalamnya berbahan jass baby, dan bukan terry seperti clodi yang lebih mahal. Kalau clodi harus digosok dengan sabun mandi agar noda kotoran hilang, popok plastik cukup disemprot dengan air keran ke dalam kloset sambil disikat.
Untuk perhitungan harga, popok plastik tentu lebih murah. Merk canbera hanya 8.000/popok. Sedangkan Ken Zhi 12.000. Minimal kita harus punya 5 untuk 2 hari sekali cuci. Jika dihitung, 12.000 x 5 = 60.000 x 4 (karena 6 bln sekali harus ganti, jadi dalam 2 th ganti 4 kali) = 240.000
Coba bayangkan! jika sebulan saya biasa mengeluarkan biaya pospak 50.000, maka dalam 2 tahun biaya untuk pospak bisa mencapai 1.200.000. Sangat jauh kan perbandingannya???
EPIDURAL, Penghilang Nyeri Saat Melahirkan
Assalam...
Maaf sebelumnya ya kalau saya baru bisa posting kembali setelah punya anak ke-2. Selama ini mungkin kita berfikir bahwa sakit saat melahirkan adalah suatu kewajaran. Bagi kita para umi pastinya berkeyakinan bahwa rasa sakit tersebut termasuk jihad dan dapat menghapuskan dosa. Itulah mengapa dalam Islam melahirkan bisa membuat kita menjadi mujahidah. Begitu anak kita lahir, maka kita sebagai umi pun ikut terlahir kembali menjadi seorang yang suci. Subhanallah... jadi pengin hamil lagi ^_^
Pengalaman dua kali hamil membuat saya punya kesimpulan bahwa mulas dan nyeri yang dirasakan masing-masing ibu saat hendak melahirkan ternyata berbeda-beda. Bahkan ada loh suntikan yang bisa mengurangi rasa nyeri saat hendak melahirkan. Namanya Epidural. Misalnya jika saat persalinan pasien belum mengalami pembukaan atau baru pembukaan satu atau dua tapi kontraksi sudah sangat hebat, maka dokter bisa memberikan suntikan tersebut jika pasien meminta.
Epidural diberikan di daerah punggung, di daerah tulang belakang. Sebelum menyuntikkan epidural, dokter anastesi akan memasang satu akses ke intravena (ke dalam pembuluh darah) yaitu pemasangan infus. Ini adalah prosedur wajib sebelum melakukan tindakan epidural, ILA, atau bahkan operasi caesar.
Walaupun tidak selalu terjadi pada semua kasus, epidural dapat menyebabkan hipotensi atau turunnya tekanan darah. Namun, hipotensi hanya bersifat sementara sampai obat epidural menetap.
Epidural tidak dapat dilakukan pada pasien dengan riwayat pendarahan. Saat epidural dipasang, obat bius akan membuat pembuluh darah bertambah lebar dan ini menyebabkan pula semakin berkurangnya jumlah darah dalam pembuluh. Pada kasus pasien yang mempunyai riwayat pendarahan, harus dipertimbangkan seberapa berat perdarahannya. Biasanya, pada kasus perdarahan hebat, dokter tidak memperbolehkan pasien melahirkan secara normal. Dan jika dokter kandungan telah memutuskan untuk melakukan operasi, maka tidak perlu lagi memilih epidural.
Sabtu, 20 Oktober 2012
Prepare Birth The Baby
Wedding is one way to get the baby. Wedding is the meaning we must ready for utter the baby. Be sides ready hold up sickness when utter the baby, we also prepare before the baby appear in womb. What can we do for prepare it?
1. Important to pray before be in contact sex
2. We must eat healthy food
3. Drink milk for pregnant mother
4. Don't use contraception. If you perforce tow the pregnant, better use naturally concept such as sex in unfertile period.
5. Pray in order your baby to become soleh or solehah's child
1. Important to pray before be in contact sex
2. We must eat healthy food
3. Drink milk for pregnant mother
4. Don't use contraception. If you perforce tow the pregnant, better use naturally concept such as sex in unfertile period.
5. Pray in order your baby to become soleh or solehah's child
Tujuh Menu untuk Bayi
Bayi di usia
6 bulan sudah mulai diperkenalkan dengan makanan padat selain ASI. Makanan yang
biasa disebut sebagai MPASI atau makanan pendamping ASI ini diperkenalkan pada
si kecil dengan yang halus terlebih dahulu. Kita bisa memulainya dari
buah-buahan seperti pisang, atau bubur susu yang terbuat dari tepung beras.
Bagi ibu, ada dua pilihan MPASI, yakni instan dan alami/buatan sendiri.
Terserah ibu mau memberikan yang mana. Selang seling juga boleh. Keduanya ada
plus minusnya. Mungkin untuk kekurangan dan kelebihan dari kedua pilihan tadi
saya berikan pada lain waktu ya.
Tujuh menu
yang saya tulis di sini sudah saya coba sendiri untuk anak saya. Sempat juga
saya perjualbelikan pada tetangga yang kerepotan mencari makanan sehat untuk
bayinya. Alhamdulillah, pengalaman jualan bubur banyak menuai komentar positif.
Ada yang tadinya nggak doyan bubur malah ketagihan bubur buatan saya. Ada juga
bayi yang sampai umur 10 bulan hanya minum susu, lantaran tidak doyan makan.
Bubur, buah dan biskuit sudah dicoba tapi tidak berhasil. Alhamdulillah setelah
mencoba bubur buatan saya, bayi itu mau makan. Penasaran, nah ayo kita simak
tujuh menu tersebut yang saya buat bervariasi tiap harinya:
SENIN :
Beras putih, bayam, labu siam, dan ayam
SELASA : Beras
putih, wortel, tahu, dan telur
RABU :
Beras merah, ayam, dan buncis
KAMIS : Beras putih, tomat, wortel, dan
ikan tongkol
JUMAT : Beras putih, udang, dan daun katuk
SABTU :
Beras putih, selada, tahu, dan telur
MINGGU : Beras putih, jamur, jagung manis, dan
telur
Catat dulu
menu di atas ya, Bu. Lain kali saya berikan cara pembuatannya.
Rabu, 12 September 2012
Bila Abi harus BELANJA
Biasanya, dalam sebuah rumah tangga urusan ke pasar selalu
menjadi agenda seorang ibu. Kata siapa belanja hanya bisa dilakukan oleh
wanita? Padahal, belanja yang dilakukan oleh para lelaki justru lebih efektif.
Mengapa?
Memang, antara suami dan istri pasti sudah ada pembagian
pekerjaan rumah masing-masing. Pada umumnya seorang ayah atau suami bekerja di
luar untuk mencari nafkah, sehingga seorang istri atau ibu yang membelanjakan
nafkah tersebut ke pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, ketika
seorang istri atau ibu berhalangan atau tidak mampu melakukan hal ini (red:
belanja) karena sesugatu hal, seperti hamil tua, usai melahirkan, atau sakit,
maka mau tidak mau suami harus mau menggantikan sementara. Apalagi kalau
anak-anak masih kecil dan belum bisa menggantikan tugas sang ibu.
Seperti yang sudah saya katakan di atas, sebenarnya belanja
yang dilakukan oleh para ayah/suami/lelaki justru lebih efektif, karena secara
fitrah lelaki lebih kuat dari wanita. Kaum lelaki memiliki lebih banyak tenaga
untuk menjelajahi pasar dan menenteng belanjaan lebih banyak dari wanita.
Namun, lelaki juga memiliki kelemahan yang membuatnya jarang melakukan hal ini
(red: belanja). Lelaki lebih kurang sabar memilih dan memilah belanjaan, serta
malas menawar harga. Untuk itu, ada sedikit tips untuk para
ayah/abi/suami/lelaki jika terpaksa mendapatkan tugas mulia menggantikan
seorang umi/ibu/istri/wanita untuk berbelanja ke pasar.
1. Jika membawa anak kecil atau balita, pastikan
anak tersebut merasa nyaman dalam gendongan/gandengan/troli. Jika pergi ke
pasar tradisional, pastikan si anak tidak kepanasan atau kegerahan. Gunakanlah
payung atau topi dan jangan gunakan jaket.
2.
List terlebih dahulu barang-barang yang akan
dibeli dan harganya, agar bisa mendapatkan barang dengan harga yang sesuai.
Tanyakan harga biasanya yang didapatkan oleh istri.
3.
Jika Anda belum pernah sama sekali ke pasar atau
swalayan, minta istri untuk menceritakan di mana saja ia biasanya mendapatkan
barang. Contoh: “Saya biasa membeli tempe di lapak yang dekat gerbang.” Atau
“Yang menjual ragi ada di lapak bagian belakang” atau “Tofu ada di bagian gang
sayur-mayur” dll.
4.
Selamat berbelanja!
Langganan:
Postingan (Atom)


